Walikota Dinilai Sibuk Urus Hobi, Bukan Aspirasi Warga Lubuklinggau

- Jurnalis

Selasa, 17 Juni 2025 - 15:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koordinator Nasional Millenial Silampari Jakarta, M. Fikri Mora A, yang akrab disapa Alvin Dalimunthe

Koordinator Nasional Millenial Silampari Jakarta, M. Fikri Mora A, yang akrab disapa Alvin Dalimunthe

IKNNews.co, Lubuklinggau – Gaya kepemimpinan Walikota Lubuklinggau kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik datang dari Koordinator Nasional Millenial Silampari Jakarta, M. Fikri Mora A, yang akrab disapa Alvin Dalimunthe. Ia menilai, Walikota Lubuklinggau lebih sering menghabiskan waktu luangnya untuk kepentingan pribadi ketimbang mendengar keluhan dan harapan masyarakat yang dipimpinnya.

Menurut Alvin, hari libur bukan sekadar waktu untuk beristirahat atau menekuni hobi pribadi. Bagi seorang kepala daerah, momen itu seharusnya menjadi peluang emas untuk hadir di tengah masyarakat, menyapa warga secara langsung, dan menyerap aspirasi yang belum tentu bisa tersampaikan lewat jalur birokrasi formal.

“Menjadi pemimpin itu bukan hanya soal memimpin di hari kerja, tapi juga soal komitmen moral di luar jam dinas. Saat masyarakat punya waktu luang di akhir pekan, justru itulah saat terbaik bagi walikota untuk turun ke lapangan dan berdialog langsung. Bukan malah sibuk dengan agenda pribadi seperti berkumpul bersama komunitas hobi,” tegasnya.

Baca Juga :  Tangis Galang Viral, Bocah 12 Tahun di Tojo Una-Una Ingin Sekolah tapi Ayah Lumpuh dan Tak Punya Uang

Ia menyayangkan, di tengah berbagai persoalan yang dihadapi Kota Lubuklinggau. Mulai dari pelayanan publik yang belum optimal, hingga akses kesejahteraan yang belum merata. Kepemimpinan justru terlihat jauh dari rakyatnya. Publik, lanjut Alvin, semakin cerdas menilai mana pemimpin yang benar-benar bekerja dan mana yang hanya mencari kenyamanan dalam jabatan.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, tugas kepala daerah sangat jelas. Menyelenggarakan pemerintahan dan memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat. Pasal 56 secara tegas menyatakan bahwa kepala daerah wajib mengutamakan kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugasnya.

“Kalau libur saja lebih sering dipakai untuk kegiatan pribadi, lantas kapan warga bisa merasakan kepemimpinan yang benar-benar hadir? Jabatan itu bukan sekadar simbol, tapi panggilan pengabdian,” paparnya.

Baca Juga :  Pencabutan Izin Tambang Dinilai Hanya Kamuflase: Mahasiswa Soroti Gagalnya Reklamasi di Raja Ampat

Ia juga menyinggung bahwa kepercayaan publik bisa luntur jika kepala daerah gagal menempatkan rakyat sebagai prioritas utama. Terlebih di kota seperti Lubuklinggau, yang masih menghadapi tantangan pembangunan dan pemerataan layanan.

“Seorang walikota tidak bisa terus bersembunyi di balik rutinitas atau alasan keluarga. Ketika masyarakat merasa ditinggalkan, maka sah-sah saja bila muncul kekecewaan yang akhirnya berujung pada menurunnya kepercayaan,” jelas dia.

Sebagai penutup, Alvin menyerukan agar Walikota Lubuklinggau, H. Rachmat Hidayat atau yang akrab disapa Yoppy Karim, menyadari betapa pentingnya menunjukkan empati dan keterlibatan aktif terhadap warganya, bahkan di luar jam formal.

“Masyarakat tidak butuh pemimpin yang hanya hadir di panggung seremoni. Yang mereka butuhkan adalah sosok yang setia mendengar, hadir tanpa diminta, dan mampu menjawab kebutuhan mereka dengan nyata,” tandasnya.

Redaksi

Loading

Berita Terkait

Bem nusantara daerah Jambi peringati “September Hitam: Refleksi, Solidaritas, dan Tuntutan Keadilan”
Untuk Menambah Wawasan dan Keterampilan KKN UINSU 2025 Ikuti Pelatihan Manajemen Pemeliharaan Sapi
Warga Menang, Desa Wajib Buka APBDes: Kemenangan Amarullah Jadi Alarm Keterbukaan
Mahasiswa Menyambangi Kejari Kuansing: Desak Penindakan PETI dan Tolak Komersialisasi Budaya Pacu Jalur
Kekerasan terhadap Aktivis Mahasiswa Dinilai Ancaman Serius bagi Demokrasi
OIKN Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Prasejahtera Sekitar IKN, Siapkan Akses Lahan dan Pelatihan Menuju Kemandirian
Otorita IKN Tegaskan: Kunjungan ke Kawasan Inti IKN Gratis, Waspadai Pungli
Otorita IKN Gelar PCM, Tegaskan Standar Konstruksi Berkualitas di Sepaku
Berita ini 139 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 1 Oktober 2025 - 15:11 WITA

Bem nusantara daerah Jambi peringati “September Hitam: Refleksi, Solidaritas, dan Tuntutan Keadilan”

Minggu, 14 September 2025 - 20:10 WITA

Untuk Menambah Wawasan dan Keterampilan KKN UINSU 2025 Ikuti Pelatihan Manajemen Pemeliharaan Sapi

Kamis, 24 Juli 2025 - 23:13 WITA

Warga Menang, Desa Wajib Buka APBDes: Kemenangan Amarullah Jadi Alarm Keterbukaan

Kamis, 24 Juli 2025 - 16:23 WITA

Mahasiswa Menyambangi Kejari Kuansing: Desak Penindakan PETI dan Tolak Komersialisasi Budaya Pacu Jalur

Rabu, 23 Juli 2025 - 17:52 WITA

Kekerasan terhadap Aktivis Mahasiswa Dinilai Ancaman Serius bagi Demokrasi

Jumat, 18 Juli 2025 - 23:37 WITA

OIKN Perkuat Pemberdayaan Masyarakat Prasejahtera Sekitar IKN, Siapkan Akses Lahan dan Pelatihan Menuju Kemandirian

Senin, 7 Juli 2025 - 19:17 WITA

Otorita IKN Tegaskan: Kunjungan ke Kawasan Inti IKN Gratis, Waspadai Pungli

Jumat, 4 Juli 2025 - 14:55 WITA

Otorita IKN Gelar PCM, Tegaskan Standar Konstruksi Berkualitas di Sepaku

Berita Terbaru