IKNNews.co, Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan dengan memperluas akses masyarakat terhadap layanan dokter spesialis.
Kebijakan ini diambil karena tingginya angka penyakit yang ditangani fasilitas kesehatan daerah, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang masih mendominasi kunjungan pasien di Puskesmas dan rumah sakit.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Sumarno, menyebutkan bahwa masyarakat kini dapat mengakses dokter spesialis anak dan dokter spesialis penyakit dalam di titik pelayanan tertentu tanpa harus dirujuk ke fasilitas medis yang jauh.
Pemerintah ingin memastikan pasien dengan kebutuhan pemeriksaan lanjutan bisa memperoleh layanan yang cepat dan terarah.
“Semakin dekat layanan spesialis dengan masyarakat, semakin cepat pula tindakan medis dapat diberikan,” ujarnya.
Aktivitas pertambangan di sejumlah wilayah disebut sebagai salah satu faktor pemicu karena debu dan polusi udara memperbesar risiko iritasi saluran pernapasan.
Selain itu, kondisi cuaca yang berubah-ubah turut menurunkan imunitas masyarakat dan meningkatkan kerentanan terhadap penyakit pernapasan.
Sumarno menjelaskan bahwa ISPA dapat menyerang berbagai kelompok usia, tidak hanya balita, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.
Ia mengimbau warga yang bekerja di lokasi berdebu atau dalam cuaca ekstrem untuk menggunakan perlindungan diri, seperti masker, dan memeriksakan kondisi kesehatan apabila gejala pernapasan mulai muncul.
Selain penanganan pasien, Dinkes Kutim juga memperkuat langkah pencegahan melalui edukasi masyarakat mengenai pola hidup sehat, kebersihan lingkungan, dan peningkatan daya tahan tubuh.
Sumarno menekankan bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh layanan medis, tetapi juga oleh kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas hidup sehari-hari.
Kehadiran dokter spesialis di sejumlah titik pelayanan kesehatan diharapkan dapat mengurangi antrean rujukan ke rumah sakit besar serta mempercepat pemulihan pasien.
“Dengan diagnosis lebih cepat dari dokter spesialis, risiko komplikasi dapat ditekan. Ini sangat penting terutama bagi pasien dengan daya tahan tubuh rendah,” tambahnya.
Pemerintah daerah juga sedang menyiapkan pola layanan spesialis terpadu yang memungkinkan tenaga medis spesialis melakukan kunjungan ke daerah tertentu secara terjadwal.
Sumarno menegaskan bahwa langkah penguatan layanan kesehatan akan terus dilakukan secara bertahap dan merata.(ADV)
![]()










