IKNNews.co, Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyusun program pembangunan tahun 2026 dengan fokus pada empat sektor strategis: jalan, air bersih, drainase, dan irigasi. Empat sektor ini dinilai sebagai tulang punggung pembangunan daerah.
Plt Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menyatakan bahwa keempat sektor tersebut menjadi prioritas karena memiliki dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.
“Fokus 2026 itu jelas: jalan, SPAM, drainase, dan irigasi. Semuanya menyangkut kebutuhan dasar warga,” ujarnya.
Di bidang jalan dan jembatan, PUPR akan menitikberatkan pada peningkatan akses menuju permukiman dan pusat ekonomi. Pemerintah menilai bahwa konektivitas merupakan faktor penting dalam pertumbuhan wilayah dan pengembangan layanan publik.
Sektor air bersih menjadi perhatian lantaran kebutuhan masyarakat terus bertambah. PUPR berencana meningkatkan kapasitas sistem penyediaan air minum melalui pembangunan jaringan baru serta penguatan sistem distribusi.
Drainase juga menjadi prioritas mengingat beberapa kawasan masih mengalami genangan saat musim hujan.
Upaya pemerintah meliputi pembangunan saluran baru, normalisasi saluran lama, serta penataan ulang jalur pembuangan air.
Sementara itu, sektor irigasi dipersiapkan untuk mendukung program pertanian daerah. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur irigasi ditujukan agar lahan pertanian memperoleh suplai air yang stabil sepanjang tahun.
Joni menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. “Infrastruktur itu maraton, bukan sprint. Karena itu programnya harus disusun dengan kesinambungan,” tegasnya.
Dengan fokus pada empat sektor ini, pemerintah berharap pembangunan 2026 mampu memperkuat fondasi pelayanan publik dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah Kutim.(ADV)
![]()










