IKNNews.co, Bontang – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bontang memastikan turut mendalami kasus dugaan kekerasan yang dilakukan seorang oknum guru kepada siswanya di salah satu SD Negeri di Bontang Selatan. Meski belum ada laporan resmi, kasus ini menjadi perhatian serius lantaran telah mencuat ke publik.
Kepala DPPKB Bontang, Eddy Foreswanto, menegaskan bahwa pihaknya memiliki mandat untuk mendampingi setiap kasus yang melibatkan perempuan dan anak. Ia menyebut petugas DPPKB sudah turun melakukan pendalaman langsung.
“Iya mas, yang viral itu ya. Petugas kami juga turut melakukan pendalaman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (29/8/2025).
Eddy menjelaskan, pihaknya kini tengah menghimpun informasi dari berbagai sisi, baik dari korban maupun terduga pelaku. Langkah ini sekaligus memastikan bahwa proses penanganan tidak hanya fokus pada kejadian, tetapi juga menjamin pemenuhan hak anak.
DPPKB juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) serta pihak sekolah. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan kasus serupa tidak terulang, sekaligus memperkuat langkah preventif di lingkungan pendidikan.
Menurut Eddy, prioritas utama pihaknya adalah kondisi psikologis korban. DPPKB siap memberikan pendampingan, termasuk layanan konseling untuk mengatasi trauma yang mungkin dialami siswa.
“Fokus kami bagaimana korban. Mengatasi trauma, termasuk jika dibutuhkan pendampingan,” tuturnya.
Sementara untuk penanganan terhadap terduga pelaku, Eddy menegaskan hal tersebut sepenuhnya diserahkan kepada dinas terkait dan mekanisme yang berlaku. (Ra)
![]()










