IKNNews.co, Bontang – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang mencatat sebanyak 1.219 balita dan 65 ibu hamil dengan masalah gizi menjadi sasaran program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tahun ini. Launching program dilakukan di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kamis (21/8/2025).
Kepala Dinkes Bontang, Bakhtiar Mabe, mengatakan program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perbaikan gizi sejak dini.
“Program ini bagian dari ikhtiar bersama untuk meningkatkan kualitas SDM Bontang. Mudah-mudahan upaya ini mendapat berkah dan perlindungan dari Allah SWT,” ucapnya.
Ia merinci, balita bermasalah gizi terbanyak berada di Kelurahan Loktuan dengan 213 anak, sementara jumlah ibu hamil terbanyak berada di Kelurahan Api-Api dengan 11 orang. Selain itu, ratusan balita bermasalah gizi juga tercatat di Tanjung Laut Indah, Bontang Kuala, Guntung, Kanaan, hingga Belimbing.
Menurut Bakhtiar, PMT yang diberikan berupa nasi, sayur, jeruk, bola-bola daging, dan telur rebus. Menu tersebut diolah langsung oleh CV Firman Jaya Utama dengan pengawasan dapur oleh kader kesehatan.
Dinkes memastikan, seluruh penerima PMT akan mendapatkan pendampingan kader kesehatan agar program ini berjalan efektif.
“Satu kader ditugaskan untuk memantau 10 balita bermasalah, agar kondisi gizi anak bisa dipantau secara berkelanjutan,” terangnya.
Bakhtiar menambahkan, pelaksanaan PMT ini melibatkan lintas sektor, mulai dari dinas teknis, kecamatan, kelurahan, hingga para kader. Dengan kolaborasi yang solid, Pemkot Bontang optimistis angka stunting bisa ditekan lebih cepat. (Ra)
![]()










