IKNNews.co, Bontang – Kota Bontang kembali menjadi perhatian pemerintah pusat setelah dipilih sebagai salah satu lokasi kajian lapangan dalam penyusunan Proposal Bisnis Hilirisasi Investasi Strategis sektor migas tahun 2025. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama PT Deloitte Indonesia dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke kantor DPM-PTSP Bontang pada Kamis (13/11/2025).
Kunjungan ini difokuskan untuk menilai kesiapan daerah sebagai bagian dari rantai nilai hilirisasi gas dan minyak bumi.
Kepala DPM-PTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan bahwa pemilihan Bontang sebagai lokasi validasi bukan tanpa alasan. Kota ini memiliki sejarah panjang sebagai daerah industri energi dan petrokimia, didukung oleh infrastruktur strategis seperti pelabuhan, jaringan industri migas, serta ketersediaan kawasan industri.
“Ini momentum besar bagi Bontang. Kami siap menunjukkan potensi wilayah yang dapat mendukung hilirisasi migas nasional,” ujarnya.
Kunjungan BKPM dan Deloitte merupakan bagian dari mandat RPJMN 2025–2029 yang menempatkan sektor hilirisasi migas sebagai prioritas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan target investasi nasional mencapai Rp13.032 triliun dalam lima tahun, pemerintah menitikberatkan pentingnya proyek-proyek hilirisasi yang siap dieksekusi secara cepat dan tepat sasaran.
Dalam penyusunan proposal bisnis, tim pusat akan melakukan pengumpulan data, analisis infrastruktur, penilaian kelayakan lokasi, serta diskusi teknis dengan stakeholder lokal. Bontang menjadi salah satu kandidat kuat mengingat infrastruktur industri yang telah matang, termasuk integrasi dengan fasilitas energi seperti kilang dan pabrik petrokimia yang sudah beroperasi.
Ia menjelaskan bahwa DPM-PTSP telah menyiapkan seluruh data yang diminta, mulai dari tata ruang, ketersediaan lahan, jaringan logistik, hingga dukungan regulasi daerah.
“Kami ingin memastikan kunjungan ini berjalan efektif dan menghasilkan data yang akurat untuk bahan penyusunan rekomendasi,” katanya.
Selain kunjungan kantor, tim BKPM dan Deloitte juga akan melakukan penilaian lapangan ke sejumlah titik strategis. Peninjauan ini akan melihat langsung potensi konektivitas wilayah, termasuk akses pelabuhan, kesiapan sarana energi, serta peluang untuk integrasi dengan proyek strategis nasional lainnya di sektor kimia dan gas bumi.
Kegiatan ini diharapkan memberikan gambaran menyeluruh kepada pemerintah pusat terkait kesiapan wilayah Bontang dalam mengakselerasi pengembangan industri hilirisasi. Bagi daerah, kesempatan ini menjadi momentum memperkuat posisi Bontang sebagai hub hilirisasi migas di Kalimantan Timur, sekaligus membuka peluang investasi besar yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia optimistis hasil kajian ini mempertegas peran penting Bontang dalam peta hilirisasi nasional. Ia menambahkan bahwa DPM-PTSP akan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan bahwa potensi yang ada dapat diterjemahkan menjadi peluang investasi konkret.
“Kami berharap kunjungan ini menjadi langkah awal masuknya investasi strategis baru di Bontang,” tutupnya. (Re)
![]()










