IKNNews.co, Jambi – Koordinator aksi Dhea Ridwana menyampaikan aspirasinya pada 30 September 2025, Bulan September kembali menjadi ruang refleksi kolektif bagi masyarakat Indonesia. Peringatan September Hitam bukan sekadar mengenang peristiwa kelam dalam sejarah bangsa, melainkan juga momentum untuk meneguhkan komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan, demokrasi, serta keadilan sosial.
September Hitam mengingatkan kita pada serangkaian tragedi pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di tanah air. Peristiwa-peristiwa tersebut menyisakan luka yang belum sepenuhnya terobati, sekaligus menuntut negara untuk menghadirkan kebenaran dan pertanggungjawaban.
“Momentum ini adalah panggilan moral agar kita tidak abai terhadap sejarah. September menjadi pengingat bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang berani menghadapi masa lalunya dengan jujur,”
September Hitam bukanlah peringatan untuk menumbuhkan kebencian, melainkan untuk memperkuat solidaritas, kesadaran kritis, serta membangun budaya demokrasi yang sehat.
“Generasi muda memiliki peran penting. Dengan mengingat September, kita menjaga agar sejarah tidak terhapus, dan memastikan keadilan tetap menjadi arah perjuangan bersama,”
Virtus repulsae nescia :“Keberanian yang tidak mengenal kekalahan”
![]()










