IKNNews.co, Bontang – Laut bukan lagi batas. Tahun ini, seluruh siswa sekolah dasar dari wilayah pesisir Kota Bontang berhasil menyeberangi sekat keterbatasan, menapak ke jenjang sekolah menengah pertama. Untuk pertama kalinya, tak satu pun dari mereka yang putus di tengah jalan.
Raut bangga terpancar dari wajah Saparudin, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, saat menyampaikan kabar tersebut.
“Anak-anak SD dari pesisir semuanya lanjut ke SMP. Ini kabar luar biasa,” ucapnya, Rabu (25/6/2025).
Empat sekolah yang berada di wilayah perairan. SDN 016 Tihi-Tihi, SDN 015 Selangan, SDN 011 Gusung, dan SD Malahing, menyumbang total 34 lulusan tahun ini. Mereka kini tersebar di sejumlah SMP negeri seperti SMPN 3, 5, 6, 8, dan 9.
“Anak-anak bebas memilih sekolah tujuannya. Yang paling banyak memang ke SMPN 3,” ungkapnya.
Ia bilang, semua SMP negeri sudah menyiapkan kuota khusus bagi anak-anak dari kampung laut.
Namun perjuangan mereka belum berhenti di sini. Dengan fasilitas seadanya, sebagian besar dari mereka masih harus bolak-balik dari rumah terapung ke daratan setiap hari. Tidak ada asrama, tidak ada subsidi transportasi khusus.
“Kami belum punya skema transportasi untuk anak-anak ini. Tapi biasanya mereka tinggal sementara di rumah keluarga atau tetap pulang-pergi naik kapal,” jelasnya.
Disdikbud berharap tren positif ini bukan hanya menjadi kabar baik sesaat, tapi berlanjut menjadi budaya baru di wilayah pesisir. Saparudin menekankan pentingnya dukungan lintas sektor agar keberhasilan ini berkelanjutan.
“Kami butuh sinergi lebih luas. Pendidikan anak pesisir tak cukup hanya dengan semangat. Fasilitas dan akses juga harus dibuka,” tutupnya.
Redaksi
![]()










