IKNNews.co, Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat struktur produksi pangan daerah dengan memfokuskan pengembangan pada tiga kecamatan yang selama ini menjadi sentra utama padi.
Pemetaan ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk menstabilkan pasokan beras lokal sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap suplai dari luar daerah.
Tiga kecamatan yang ditetapkan sebagai lumbung pangan utama yaitu Kaubun, Kongbeng, dan Long Mesangat.
Ketiganya memiliki kontribusi terbesar terhadap total produksi padi Kutim, didukung oleh kondisi lahan yang produktif serta sistem pertanian yang telah berkembang dengan baik.
Kabid Tanaman Pangan DTPHP Kutim, Dessy Wahyu Fitrisia, menyampaikan bahwa ketiga wilayah tersebut menjadi pilar utama dalam memastikan ketersediaan beras daerah.
“Kaubun, Kongbeng, dan Long Mesangat adalah sentra produksi padi terbesar Kutim. Kontribusinya sangat signifikan dalam menjaga ketersediaan pangan lokal,” ujarnya.
Selain sentra utama, terdapat tiga kecamatan penyangga yang juga memiliki peran penting dalam mendukung produksi padi daerah, yaitu Bengalon, Sangatta Selatan, dan Rantau Pulung.
Meski bukan lumbung utama, wilayah-wilayah ini memiliki potensi yang terus berkembang dalam menambah volume produksi.
Dessy menjelaskan bahwa optimalisasi wilayah penyangga merupakan bagian dari strategi untuk memastikan tidak ada ketimpangan produksi ketika sentra utama menghadapi kendala cuaca atau gangguan organisme pengganggu tanaman.
“Wilayah penyangga ini kami dorong agar terus meningkatkan kontribusinya sebagai pelapis ketika sentra utama mengalami tekanan produksi,” jelasnya.
DTPHP Kutim terus memperkuat dukungan teknis melalui penyediaan benih unggul, peningkatan peran penyuluh pertanian, serta pemanfaatan alat dan mesin pertanian untuk mempercepat proses tanam dan panen di semua wilayah produksi.
Selain itu, pemerintah juga tengah mengembangkan pola tanam berkelanjutan dan memaksimalkan sistem irigasi agar wilayah sentra dan penyangga dapat berproduksi lebih dari satu kali dalam setahun.
Strategi ini dinilai penting untuk membangun ketahanan pangan daerah sekaligus menjaga stabilitas pasokan beras di tingkat masyarakat.(ADV)
![]()










